Entah sudah hari keberapa atau malah minggu keberapa gue pacaran jarak jauh sama Okran. Kota Malang dan Bekasi terpisah beribu – ribu mil. Dan rindu harus dibendung oleh jarak yang begitu sadis tersebut. Jarak ini memang sungguh keterlaluan bejatnya. Gak tahu apa kalo orang kangen gak bisa musnah hanya dengan sms atau telepon doang? Sungguh kejam kau jarak!!
Ini bukan tentang seberapa bisa menghapus masa lalu. Namun seperti apa dan dengan siapa kenangan telah dibangun. Karena kita tak pernah tahu pada siapa hari ini kita merindu... :')
Showing posts with label Days Without Okran. Show all posts
Showing posts with label Days Without Okran. Show all posts
Sunday, November 18, 2012
Saturday, November 3, 2012
Days Without Okran - Part 5 : Finally Found The Love
Gue terduduk lemas di kursi yang beberapa menit lalu masih gue duduki bersama orang yang gue sayang. Bersama Okran. Rasanya baru saja kebahagiaan itu berlalu berganti dengan jarak beratus - ratus kilometer memisahkan Malang dan Bekasi. Ringtone ponsel gue berbunyi. Tanda ada pesan yang masuk. Sebuah sms. Sms dari Okran.
AKU KANGEN. RASANYA AKU MAU LOMPAT AJA DARI KERETA INI TERUS BALIK KE MALANG BUAT MELUK KAMU. CIUM KAMU!!
AKU KANGEN. RASANYA AKU MAU LOMPAT AJA DARI KERETA INI TERUS BALIK KE MALANG BUAT MELUK KAMU. CIUM KAMU!!
Saturday, October 20, 2012
Days Without Okran - Part 4 : Video Panas
“Pinjem hape kamu dong.
Aku mau bluetooth video kita tadi”
Suara Okran sedikit
keras untuk pukul 12 malam. Tanggal empat telah usai dan bergulir ke hari
berikutnya. Tanpa ragu gue memberikan hape gue sama Okran.
“Semoga memorinya masih
banyak yang kosong”
“Yaaa… kalo gak muat
hapus aja beberapa filenya” suggest Okran.
Okran mengotak atik
hape gue. Sementara gue masih sedih mengingat Okran besok bakalan pulang ke
Bekasi. Pulang ke kampung halamannya. Jauh dari gue.
“Video apaan nih?”
Okran memecah keheningan sambil memperlihatkan layar hape ke pandangan gue.
Sunday, October 7, 2012
Days Without Okran - Part 3 : (Masih) Malang dan Okran
Selama Okran di Malang, gue ngerasa bahagia banget. Okran mampu bikin hari-hari gue yang sebelumnya kayak baju belum disetrika jadi ceria dan istimewa. Hingga pada suatu malam, gue kembali mengajak Okran makan disebuah warung lalapan ayam.
“Kamu kok aneh sih yank. Masa makan lalapan pake sendok ama garpu. Dimana – mana mah makan lalapan tuh enaknya langsung pakai tangan” sindir gue.
“Aku gak biasa makan pake tangan langsung. Mungkin tepatnya gak bisa kali ya”
Gila. Sengak banget sih ni orang. Gue menggumam dalam hati. Gue makin penasaran sama kondisi keluarga Okran yang sebenarnya. Masa makan pake tangan langsung aja gak bisa. Anak raja dari mana lo? Gue masih menggerutu dalam hati.
Saturday, September 22, 2012
Days Without Okran - Part 2 : Malang dan Okran
“Gue bukan anak orang kaya. Gue kuliah sambil kerja buat bantu biaya hidup keluarga dan sekolah adik gue”
Itu adalah kalimat Okran waktu awal-awal dia pedekate sama gue. Gue sebagai cewek ya gak percaya gitu aja ama apa yang Okran bilang, gue pikir dia ngomong gitu cuma buat narik simpati gue. Sampai akhirnya gue minta Okran buat datang ke Malang kalo emang doi serius mau jadian ama gue.
Saturday, September 8, 2012
Days Without Okran - Part 1 : T.G.I.F (Thank God I’m Fallinginlove)
Finally,
i have a boyfriend dude. So, you don’t need
to yell “Jom” or “Mblo” at me anymore. Makan tuh Jomblo. Yap, setelah mengalami
sakit jiwa dan tekanan batin selama satu
tahun tujuh hari, gue akhirnya kembali punya pacar. Dan
cowok yang kena pelet hingga kesirep jadi pacar gue kali ini namanya Okran.
Okran ini ganteng abis, saking abisnya kegantengannya pun ilang. IPK kuliah Okran gak nyampe 2,75. Untungnya
sih doi gak
bego-bego amat waktu gue ajakin diskusi tentang strategi pemerintah dalam
menanggulangi kemacetan dan banjir di ibukota Jakarta. Okran ini pejantan
Bekasi cuma doi kuliahnya di Jakarta. Lah, pertanyaannya adalah gimana gue ama
Okran bisa kenal. Secara kan gue domisili di kota Malang.
Subscribe to:
Posts (Atom)





