Friday, November 30, 2012

SERANGKAIAN DOA DARI YANG TERSAYANG


This is my November. Terutama tanggal 04 November setiap tahunnya. Yeah, it’s my birthday. Ada banyak ucapan, harapan dan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang disekeliling saya. Dan semua itu adalah kado yang ternilai harganya. Kado yang membuat saya tak mampu berucap apa-apa karena diliputi rasa bahagia. Terima kasih Allah SWT. Terima kasih keluarga.Terima kasih sahabat. Terima kasih buat kalian semua yang meluangkan waktunya untuk sekedar memberikan perhatiannya untuk saya. I hope I could be a better person than you wish.

Here they are. Cekidot!!!


Wednesday, November 21, 2012

Perempuan Yang Jatuh (Cinta)


Perempuan,
Perempuan yang jatuh cinta

Subuh berdetak kebahagiaan 
Siang hanyut dalam harapan
Tak mengerti lelah dan payah
Senyum membawanya mengarah



Sore yang gerah
Malam penuh resah
Pagi yang menusuk pasrah
Ia duduk terkadang batuk
Ia berbaring kepalanya miring
Matanya jatuh memandang
Melewati jendela yang gerah, resah juga pasrah
Dalam kebisingan dalam keheningan

Sampailah ia pada cinta
Lelaki dalam juangnya
Turun kaki di ibu kota
Tak peduli sendiri
Tak tahu akan mati
Cukup turuti kata hati

Mendekat saja
Pelangi seolah muncul
Pelukan saja
Tewas hari ini pun rela
Ciuman saja
Biarkan terus begini, tolong!
Ini kebutuhan
Ini bahagia
Ini hidup
Ini cinta

Perempuan,
Perempuan yang jatuh cinta

Subuh pilu meringis
Siang mengisak menangis
Menitipkan sayang syahdu
Meninggalkan dalam rindu

Menjauhlah ia pada cinta
Lelaki dalam doanya
Angkat kaki dari ibu kota
Tak peduli sendiri
Tak tahu akan mati
Berontak melawan kata hati

Berjalan dalam gerah
Berlari penuh resah
Kemudian sayu dan pasrah
Ia duduk terkadang batuk
Ia berbaring kepalanya miring
Matanya jatuh memandang
Melewati jendela yang gerah, resah juga pasrah
Dalam kebisingan dalam keheningan.


-Devanosa-




Sunday, November 18, 2012

Days Without Okran - Part 6 : Mom Worries About You

Entah sudah hari keberapa atau malah minggu keberapa gue pacaran jarak jauh sama Okran. Kota Malang dan Bekasi terpisah beribu – ribu mil. Dan rindu harus dibendung oleh jarak yang begitu sadis tersebut. Jarak ini memang sungguh keterlaluan bejatnya. Gak tahu apa kalo orang kangen gak bisa musnah hanya dengan sms atau telepon doang? Sungguh kejam kau jarak!!

Saturday, November 10, 2012

10-11-12 - FOREVER IS JUST THE BEGINNING




Sinar matahari sore itu memang agak malu-malu. Mungkin karena sebelumnya langit memilih menumpahkan air hujan. Menjadikan lukisan senja yang begitu sendu.

Aku sedang duduk bersama Putra. Putra adalah mantan kekasih yang sekarang sudah jadi sahabat buat aku. Ia menelponku, mengajak bertemu disuatu tempat yang dulu sering kami kunjungi. Sebuah tempat dimana dulu kami sering habiskan berdua hanya untuk melihat matahari tenggelam.

Aku duduk disebelah Putra. Aku melihat wajahnya berwarna jingga diterpa cahaya matahari sore. Lesung di kedua pipinya tersembul keluar saat senyumnya mendarat padaku. Entah kenapa saat itu yang terlintas dipikiranku adalah laki-laki disebelahku ini semakin manis saja.

Saturday, November 3, 2012

Days Without Okran - Part 5 : Finally Found The Love


Gue terduduk lemas di kursi yang beberapa menit lalu masih gue duduki bersama orang yang gue sayang. Bersama Okran. Rasanya baru saja kebahagiaan itu berlalu berganti dengan jarak beratus - ratus kilometer memisahkan Malang dan Bekasi. Ringtone ponsel gue berbunyi. Tanda ada pesan yang masuk. Sebuah sms. Sms dari Okran.

AKU KANGEN. RASANYA AKU MAU LOMPAT AJA DARI KERETA INI TERUS BALIK KE MALANG BUAT MELUK KAMU. CIUM KAMU!!

Friday, October 26, 2012

Aku dan ShowTime Indonesia

Malang, 26 Oktober 2012

Perkenalkan, nama saya Dewi Patlia Novitasari. Nama char saya di ShowTime Indonesia (STI) adalah Devanosa. Sebelum saya melangkah lebih jauh saya ingin menceritakan bagaimana saya bisa jatuh dan tak bisa bangkit lagi akibat kecanduan game STI ini.


Sekitar bulan Februari 2012 lalu, Alhamdulillah, mantan kekasih saya (sebut saja Beybeh) diterima bekerja di salah satu perusahaan game di daerah Kuningan, Jakarta. Game yang dia handle bernama ShowTime Indonesia. Sebuah game karaoke online dimana para player nya bisa berkaraoke gratis selama – lamanya dengan catatan selama hayat masih dikandung badan.

Saturday, October 20, 2012

Days Without Okran - Part 4 : Video Panas


“Pinjem hape kamu dong. Aku mau bluetooth video kita tadi”

Suara Okran sedikit keras untuk pukul 12 malam. Tanggal empat telah usai dan bergulir ke hari berikutnya. Tanpa ragu gue memberikan hape gue sama Okran. 

“Semoga memorinya masih banyak yang kosong”

“Yaaa… kalo gak muat hapus aja beberapa filenya” suggest Okran.

Okran mengotak atik hape gue. Sementara gue masih sedih mengingat Okran besok bakalan pulang ke Bekasi. Pulang ke kampung halamannya. Jauh dari gue.

“Video apaan nih?” Okran memecah keheningan sambil memperlihatkan layar hape ke pandangan gue.

Wednesday, October 10, 2012

Nyonya Tina Malinda And Butiran Debu



Alhamdulillah, I was finally home. Saya akhirnya sempat pulang kampung bulan Agustus 2012 lalu selama sekitar 3 minggu ke Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia #bukanfoursquare. Saya berani jamin dengan serpihan hati saya, kalo kalian search di gugel dengan keyword yang benar untuk mengetahui Kota Sampit itu dimana, pasti ada. Jadi jangan kalian anggap Kota kelahiran saya itu gak ada di dalam peta. Kota Sampit atau lebih dikenal dengan nama Kota Mentaya (MENarik, Tertib, Aman dan berbudaYA) itu sendiri di belah pake gergaji oleh Sungai Mentaya yang matahari terbitnya tidak kalah indah dengan matahari terbit yang di lihat dari Gunung Bromo.

Sunday, October 7, 2012

Days Without Okran - Part 3 : (Masih) Malang dan Okran

Selama Okran di Malang, gue ngerasa bahagia banget. Okran mampu bikin hari-hari gue yang sebelumnya kayak baju belum disetrika jadi ceria dan istimewa. Hingga pada suatu malam, gue kembali mengajak Okran makan disebuah warung lalapan ayam.

“Kamu kok aneh sih yank. Masa makan lalapan pake sendok ama garpu. Dimana – mana mah makan lalapan tuh enaknya langsung pakai tangan” sindir gue.

“Aku gak biasa makan pake tangan langsung. Mungkin tepatnya gak bisa kali ya”

Gila. Sengak banget sih ni orang. Gue menggumam dalam hati. Gue makin penasaran sama kondisi keluarga Okran yang sebenarnya. Masa makan pake tangan langsung aja gak bisa. Anak raja dari mana lo? Gue masih menggerutu dalam hati.

Saturday, September 22, 2012

Days Without Okran - Part 2 : Malang dan Okran

“Gue bukan anak orang kaya. Gue kuliah sambil kerja buat bantu biaya hidup keluarga dan sekolah adik gue”

Itu adalah kalimat Okran waktu awal-awal dia pedekate sama gue. Gue sebagai cewek ya gak percaya gitu aja ama apa yang Okran bilang, gue pikir dia ngomong gitu cuma buat narik simpati gue. Sampai akhirnya gue minta Okran buat datang ke Malang kalo emang doi serius mau jadian ama gue.